
Ketua Umum APPERNAS JAYA, Dr. Andriliwan Muhamad dan Wakil Ketua Umum APPERNAS JAYA, M. Dody Supriyadi dalam acara Proposional Pembiayaan FLPP di Kantor BPKP
APPERNAS JAYA. Hari Rabu (8/1/2025) Ketua Umum APPERNAS JAYA, Dr. Andriliwan Muhamad dan Wakil Ketua Umum, M. Dody Supriyadi menghadiri undangan acara yang diinisiasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan BP Tapera dan Bank Penyalur, Bank BTN untuk membahas skema pembiayaan flpp dalam mendukung berjalannya Program 3 Juta Rumah.

Acara ini difasilitasi oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam rangka mendorong BP Tapera segera menyiapkan simulasi perhitungan untuk perubahan proporsi kredit pemilikan rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP). Komposisi anggaran dari porsi APBN dan perbankan yang semula 75:25 diharapkan bisa diubah menjadi 50:50.
Menurut Menteri Ara, target penyaluran KPR FLPP di tahun 2025 akan ditingkatkan dari 220.000 unit menjadi 320.000 unit. Menariknya, peningkatan ini direncanakan tanpa penambahan alokasi anggaran yang tetap sebesar Rp 28,2 triliun.
“BP Tapera bersama BTN segera menyiapkan simulasi peningkatan penyaluran KPR FLPP di 2025 dari target 220.000 unit menjadi untuk 320.000 unit dengan alokasi APBN yang sama tanpa ada penambahan anggaran yakni sebesar Rp 28,2 triliun,” kata Ara dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (8/1/2025).

Dukungan disampaikan Kepala BPKP, Muhammad Yusuf Ateh. Ia menyebut rencana ini berpotensi meningkatkan kuota subsidi tanpa membebani APBN. “Namun, harus dipastikan keberlanjutan dan manfaat maksimal bagi masyarakat. Kami akan melakukan tinjauan dan audit untuk menjaga akuntabilitas,” katanya.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi MBR di Indonesia dengan efisiensi anggaran yang lebih baik.
Masukan juga banyak disampaikan dari Asosiasi Perumahan yang diundang, mulai dari usulan terkait mengoptimalisasi kuota flpp untuk mendukung program 3 juta rumah dan mengkaji ulang segmentasi masyarakat berpenghasilan rendah (mbr).
Ketua Umum APPERNAS JAYA, Dr. Andriliwan Muhamad juga menyampaikan bahwa dalam mendukung keberhasilan Program 3 Juta Rumah ini, pihak perbankan sebagai kunci tersalurnya pembiayaan harus selalu memiliki pelayanan berjiwa MBR untuk semua developer, dalam hal ini developer subsidi.